Kamis, 24 April 2014

Ukhuwah



Ukhuwah... adalah kata – kata yang selalu aku ingat ketika aku berada didalam wadah dakwah ini. Kata itu selalu manjadi dasar mengapa aku bertahan di dalamnya. Kata yang akan menjadi hal yang selalu menguatkan aku dimanapun aku berada..
Dari wadah dakwah ini awalnya aku sangat merasakan kebahagian yang mungkin semua orang-orang didalamnya merasakan. Dimana aku bertemu dengan orang –orang yang sangat mengispirasi. Dalam wadah dakwah ini merupakan awal aku menjalani hari- hari sebagai manusia yang berbeda. Memulai kegiatan hari –hari ku dengan kulyah dan rapat – rapat organisasi yang bermunculan. Aku mulai disibukan dengan agenda – agenda yang sudah menjadwalkan dirinya, walaupun banyak diantaranya terlewatkan karena agenda kulyah yang selalu memenangkan pilihan ku. Eluhan bukanlah hal yang baru namun itu menjadi penyemngat untuk lebih serius dalam dakwah ini. Tak jarang keabsenan ku mungkin membuat sebagian saudara ku tersinggung. Namun ketahuilah wahai saudara ku yang sangat aku cintai, aku melewatkan agenda tersebut karena memang waktu yang tak memungkinkan..’ afwan jidan jika ana banyak membuat atum wa antuna sekalian tak enak hati... ‘
Menjadi bagian dari dakwah ini merupakan hal yang sangat membahagiakan untuk ku, dimana aku mendapatkan ilmu lebih yang mungkin tak kudapatkan ditempat lain. Dimana orang –orang didalamnya selalu mengedepankan ukuwah diantara kadernya. Namun ada suatu ketika hati ini tertegun, entah ada kesalahan apa yang terjadi dan dari mana sumber hal tersebut sampai dapat terjadi. Bahkan aku tidak mempunyai hak untuk menyalahkan siapapun. Namun hal tersebut telah membuat air mata bercucuran... sempat  tertegun dari kejadian tersebut, sontak saja aku berfikir kesalahan apa yang telah aku lakukan sampai hal tersebut dapat terjadi.. lalu banyak sekali anggapan – anggapan yang muncul dalam kepala. Namun dari kejadian aku berfikir, ini adalah teguran atas hal – hal yang telah aku berikan...
Setelah banyak hal yang terjadi mengingatkan aku bagaimana aku bertahan dalam hal – hal yag mendewasakan diriku. Dimana seharusnya aku berprilaku, dan bagaimana seharusnya aku..
Teruntuk rumah yang selalu menjadi tempat ku berteduh..
Teruntuk saudara – saudari tercinta..
Teruntuk saudara – saudari yang selalu memberi penyemngat..
Teruntuk saudara – saudari selalu mngedepankan ukwah diantara kita...
Ayo kita jaga bagaimana kita dapat mengargai sesama kita sampai kita benar – benar menghilangkan perbedaan diantara kita, sesungguhnya hal yang membedakan kita adalah keimanan dimata Allah Subhanawatallah...

“A’ Ukwah ini ‘

Rabu, 23 April 2014

Ungkapan Hati untuk FKSI



Ada teman bertanya ke ana saat itu,,,
“FKSI ?”
“Apa itu FKSI ? Forum Komunikasi dan Studi Islam ?”
“jadi Itu sebuah Forum ? Forum tentang apa ?”
“tentang Studi Islam ? emang apa aja sih yang dibahas di Forum itu ?”
“Asyik nggak di Forum itu ?Apa aja yang didapatkan disana? Kayaknya membosankan ?”
“pasti bosankan? jujuraja ?”
“yuk,, ikut saya aja. Disana lebih asyik dari pada organisasi kamu yang sekarang,,,”
Pada saat itu ana bingung mau jawab apa. Hanya bisa tersenyum melihat teman-teman yang bertanya. Bingung mau melakukan apa selanjutnya. Karena apa yang dikatakan benar adanya.  (?_?),,,?
Banyak kegiatan yang dijalani dalam forum ini. Ana belum berani untuk ikut semua kegiatan karena belum mempunyai teman yang seHati. Banyak hal yang ana gak peduliin dalam setiap kegiatan disini. Menurut ana buang-buang waktu saja dan tidak terlalu bermanfaat buat ana. Apa mungkin ka rena ana belum mencintai sepenuhnya forum ini? terus, gimana ana jawab pertanyaan tadi? jangan sampai ana malu-maluin organisasi pilihan ana.  (-_-)…
Selang beberapa bulan kemudian, ana bertemu dengan teman-teman baru yang SOLIDARITAS nyabukan main. Semangat untuk memajukan organisasi ini sangat luarbiasa. Semangat Dakwah yang begitu kuat dalam setiap jiwa Kader. SubhanAllah,,, ana terkagum-kagum dengan sifat dari setiap kader di FKSI ini. Bergabung bersama dengan kekuatan dan semangat Dakwah yang begitu kuat. Bergabung bersama membangun kualitas serta kreatifitas dalam Forum ini. Membangun sebuah ikatan Ukhuwah yang berkualitas dan islami. Apakah ini yang membuat ana nyaman? Teman sesama Muslim? bisa jadi,,, Apakah teman yang seperti ini yang membuat ana bertahan? bisa jadi,,, yah,,, mungkin ini jawaban dari semua pertanyaan itu,,, Alhamdulillah. (^_^)>>
Lalu ana hampiri lagi teman ana yang bertanya tadi. Lalu sambil senyum ana bilang,
“FKSI adalah Rumah Ke-Tiga saya dan Insha Allah saya gak akan
mengkhianati keluarga saya sendiri (^_^)”
        Begitu banyak hal yang ana pelajari dari setiap kegiatan yang dilakukan disini. Bersyukur kepada Allah Swtadalahhal yang paling utama, karenaberkat-Nyalah, anadiberikanteman yang memperkuathatianauntuktetapbertahandisinihinggatibasaatnyaMilad FKSI (Forum KomunikasidanStudi Islam) yang ke-27 sekaranng.
InshaAllahdenganterusterjalinnyaukhuwahkitaini, kitadapatselalumenjadi FKSI ygselalujaya, kuat, danberkualitasdalamsetiapDakwahnya,,,


>>>>>>> “I” Snow-Man <<<<<<<

Sepucuk Surat buat FKSI



Assalamualaikum wr.wb

Ikhwa wa akhwafillah yang ana cintai, begitu besar cinta yang ana dalam ukhwuah ini. Kekuatan cinta yang luar biasa. Kekuatan cinta yang menjadikan Bilal bin Robah lebih memilih dijemur dipadang pasir yang panas dari pada harus kembali kafir, meski sebongkah batu besar menindih hingga nyaris meremukan tulang dadanya.
Dengan tenang ia menyebut nama kekasihnya, “Ahad, Ahad, Ahad.” Begitu pula dengan Abdurrahman bin Auf, saudagar kaya sahabat Rosulullah SAW. Ia rela menghabiskan hartanya untuk kepentingan jihad fisabilillah. Semuanya atas dasar cinta.
Jika benar kita mencintai  Allah SWT, niscaya kita rela mengorbankan segalanya dengan pengorbanan yang terbaik. Jika benar mencintai Allah SWT, niscaya kita mengambil dunia hanya sekedarnya saja. Dunia bukan tujuan. Mencari harta bukan untuk bermegah-megahan, Mencari ilmu bukan untuk menyombongkan diri, tetapi sebagai sarana ibadah.
Islam memandang cinta seperti iman. Karena mencintai adalah bagian dari sifat orang yg beriman. Karena Cinta = Iman maka harus diungkapkan dengan lisan, diyakini di hati dan dibuktikan dengan tindakan.
Didasari dengan keyakinan itu lah, alasan cintaku itu ku ungkapkan, dan yakin akan perjuangan ini inshaAllah akan menemukan titik terang dimana segala tindakan yang dilakukan diniatkan sebagai bentuk Ibadah.
Ibadah tanpa didasari cinta akan terasa berat dan sia-sia. Ibadah tanpa cinta  adalah ciri sifat munafik.
Semangat mencintai FKSI karena Allah, dan berjuang bersama dalam perjuangan ISLAM tentunya. Selamat  Milad  FKSI ke 27. Semoga, di era ini akan muncul sosok sosok generasi penerus  yang piawai dalam memperjuangkan kepentingan umat dengan sifat penyabar seperti Abdurahman bin auf, pemberani seperti ummar bin khatab dan penyayang seperti Abdullah bin umar. Sehingga perjuangan dakwah FKSI akan tetap berkobar dan akan selalu berkumandang asma ALLAH di penjuru dunia.
 ALLAHU AKBAR!!.
AYTKTM (Apapun Yang Terjadi Kita Tetap Mencintai) kerana ALLAH
Wassalamualaikum wr.wb

Sahabat pena, furqon

Dear FKSI




 Assalammualaikum wr.wb.
Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setetes embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, tumbuhlah oleh karena embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah yg tidak baik dan lain-lain serta perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur, di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji. Nah, di tanah yg subur itulah ku tanam kan cinta terhadap FKSI ku yg akan tumbuh kesucian,keikhlasan hati, budi pekerti yg tinggi dan akhlak terpuji, Cinta ku kepada FKSI tak mengajar kan ku lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta ku FKSI tak mengajar kan ku menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta ku kpda FKSI juga tak melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat. Inilah Tanda cinta ku kepada Allah dan FKSI dengan slalu mengingat (menyebut) Nya, karena tidaklah engkau menyukai sesuatu kecuali engkau akan banyak mengingatnya kepada FKSI jua aku slalu mengingat maut insya اَللّÙ‡ُ tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya. Sesungguhnya apabila badan sakit maka makan dan minum sulit untuk tertelan, istirahat dan tidur juga tidak nyaman. Demikian pula hati apabila telah terbelenggu dengan cinta dunia maka nasehat susah untuk memasukinya. Andai kecintaanku dan kecintaan mu itu tulus, tentu aku dan engkau akan taat kepada-Nya. Karena sesungguhnya, orang yang mencintai itu tentu selalu taat kepada yang ia cintai ia mencintai FKSI.
Wassalammualaikum wr.wb
By: "A" Sisi Hati

FKSI

Desah diri dalam kerentaan yg jauh disana,.
Tampak bnyak rombongn yg sangt asing dimata,..
Gumam terus melanda di hati, layaknya operasional formal,.
Jejaku semakin tampak dg wktu..
Inilah realita pncipta berikan padaku,.
Diberikan keteduhan dg garis pilihan ku,.
Garis ketenangan, yg akn terus menyonsong sbuah harapn dg cinta abadi-Nya,.
 Inilah jalan ukhuwah para penegak dakwah,.
Para rombongan calon hadiah Allah,.
Karenaa disinilah jati diri semakin tampk,..
Disinilah keeratan khalifah terjalin,.
Bersma FKSI, it's organization with secrets of Allah,.
FKSI will bright the longtime,.
By: "A" Secret

Sekeping Memori di FKSI

 
Goresan yang ada disini bukanlah pelengkap dari banyaknya rangkaian Milad FKSI, melainkan lukisan hati tentang manisnya berada di ranah ini. Saat tak sengaja kakiku terkena percikan air dari ranah ini. Hingga tanpa sadar aku rasakan kesejukan. Duduk sambil mengayunkan kaki di dalam air ini, memandang asrinya alam dengan segenap tasbih memuji Sang Pencipta diri. Tak terasa dahaga karena sungguh pepohonan di atas kepalaku selalu saja menghembuskan angin kasturi dengan aroma syurga yang sungguh membuatku enggan pergi berlari atau hanya sekedar berdiri.
Tentu saja, ada lelah disetiap langkah dalam menjalankan amanah yang bisa saja saat di dunia tak terlihat manfaatnya. Ada ragu ketika lengkingan bunyi mengajak pada kepentingan duniawi. Ada enggan ketika satu orang saja yang tak datang dalam satu kegiatan, “Mengapa Ana lagi? Kemana yang lain?”. Ada marah ketika pendapat diabaikan tanpa hati. Ada kecewa ketika pencapaian tak sesuai rencana. Tapi, ketika memandang satu persatu wajah sendu saudara-saudariku dengan peluh di tubuh, melihat senyum mereka lalu menyapa. Sungguh, lelah, ragu, enggan, marah bahkan kecewa sirna sudah. Mereka semua tentu saja bukanlah orang-orang yang sempurna. Tapi mereka adalah penyempurna dalam FKSI ini.
Entah seberapa besar sayangku pada saudara-saudariku itu. Yang hanya aku tau ketika tak bertemu akan selalu ada rindu dalam hati juga pikiranku. Entah seberapa peduliku kepada saudara-saudariku itu. Yang hanya aku tau tak pernahku ragu ketika berbagi sesuatu. Entah seberapa cintaku kepada saudara-saudariku itu. Yang hanya aku tau, akan selalu ada pemakluman bagi mereka ketika hati kecewa. Dan entah sudah berapa banyak nikmat yang Allah berikan kepada kami kader FKSI. Yang hanya aku tau tak ada sesal ketika meninggalkan sesuatu karena berkontribusi di FKSI.
Ukhuwah ini, tak bergelimang harta yang ketika ingin suatu benda akan selalu ada hanya dengan mengedipkan mata saja. Ukhuwah ini, tak selalu mengundang tawa yang bisa saja ketika emosi tak terkendali akan ada sedih dihati. Ukhuwah ini bukan rumah mewah dengan segala perabotan berharga jutaan rupiah yang ketika butuh hanya tinggal memanggil pelayan saja. Ukhuwah ini seperti seutas tali tanpa hiasan sedikitpun. Tak akan terpakai ketika tak disatukan antar kedua ujungnya. Takkan ada indahnya ketika kita tak pandai merangkainya meski hanya berbentuk pita.
Ku lirik lagi, ternyata masih panjang sekali perjalanan ini. Aku tak pernah sendiri, ada Allah dan saudara-saudariku. Yang aku pecaya, ketika lelah tangan mereka akan dengan ramahnya mengandeng tanganku. Yang aku yakin, ketika jatuh tangan mereka akan terulur dengan senyum indah di bibir mereka. Yang ketika ku jenuh akan selalu ada kata-kata mereka untuk menghiburku. Yang ketika ku sedih akan selalu ada motivasi yang tersalur untukku.
Saudara-saudariku, Aku sungguh mencintai kalian karena Allah. Aku mungkin tak selalu ada disini, sama seperti kalian. Aku mungkin tak selalu bisa membantu kalian menggerek bendera FKSI hingga berkibar sempurna di atas sana. Bahkan mungkin aku tak selalu istiqomah di jalan ini. Jadi, sungguh kuharap kalian bersedia menjadi alarm pengingatku untuk kembali ke jalan awal yang sesungguhnya ingin kita tuju. ^_^


--- FKSI, rumah ini. Muara hati ketika ingin menepi dari sedih berbalut air mata lirih. Penenang hati ketika lantunan ayat suci tak henti terdengar oleh telinga ini. Pelatih emosi diri ketika angin berhembus membawa pesan yang menyayat hati, “sok suci”. FKSI, ranah ini. Pelarian hati ketika nafsu duniawi menggerogoti pikiran yang tak suci. ---

Oleh: "A" Nuraya Fakhrunnisa