Rabu, 23 April 2014

Sepucuk Surat buat FKSI



Assalamualaikum wr.wb

Ikhwa wa akhwafillah yang ana cintai, begitu besar cinta yang ana dalam ukhwuah ini. Kekuatan cinta yang luar biasa. Kekuatan cinta yang menjadikan Bilal bin Robah lebih memilih dijemur dipadang pasir yang panas dari pada harus kembali kafir, meski sebongkah batu besar menindih hingga nyaris meremukan tulang dadanya.
Dengan tenang ia menyebut nama kekasihnya, “Ahad, Ahad, Ahad.” Begitu pula dengan Abdurrahman bin Auf, saudagar kaya sahabat Rosulullah SAW. Ia rela menghabiskan hartanya untuk kepentingan jihad fisabilillah. Semuanya atas dasar cinta.
Jika benar kita mencintai  Allah SWT, niscaya kita rela mengorbankan segalanya dengan pengorbanan yang terbaik. Jika benar mencintai Allah SWT, niscaya kita mengambil dunia hanya sekedarnya saja. Dunia bukan tujuan. Mencari harta bukan untuk bermegah-megahan, Mencari ilmu bukan untuk menyombongkan diri, tetapi sebagai sarana ibadah.
Islam memandang cinta seperti iman. Karena mencintai adalah bagian dari sifat orang yg beriman. Karena Cinta = Iman maka harus diungkapkan dengan lisan, diyakini di hati dan dibuktikan dengan tindakan.
Didasari dengan keyakinan itu lah, alasan cintaku itu ku ungkapkan, dan yakin akan perjuangan ini inshaAllah akan menemukan titik terang dimana segala tindakan yang dilakukan diniatkan sebagai bentuk Ibadah.
Ibadah tanpa didasari cinta akan terasa berat dan sia-sia. Ibadah tanpa cinta  adalah ciri sifat munafik.
Semangat mencintai FKSI karena Allah, dan berjuang bersama dalam perjuangan ISLAM tentunya. Selamat  Milad  FKSI ke 27. Semoga, di era ini akan muncul sosok sosok generasi penerus  yang piawai dalam memperjuangkan kepentingan umat dengan sifat penyabar seperti Abdurahman bin auf, pemberani seperti ummar bin khatab dan penyayang seperti Abdullah bin umar. Sehingga perjuangan dakwah FKSI akan tetap berkobar dan akan selalu berkumandang asma ALLAH di penjuru dunia.
 ALLAHU AKBAR!!.
AYTKTM (Apapun Yang Terjadi Kita Tetap Mencintai) kerana ALLAH
Wassalamualaikum wr.wb

Sahabat pena, furqon

Tidak ada komentar:

Posting Komentar