Rapuh jiwa ini begitu terasa setelah hari itu , seakan
diterjang badai yang begitu besar,emosi pun terasa tak stabil , kadang hamba merasa
begitu gundah , apakah yang akan terjadi Satu periode kedepan?
Apakah diri yang senantiasa menabung kekurangan ini
sukses memegang amanah besar ini , seperti harapan mereka yang dengan beribu
strategi menjerumuskan hamba keladang
dakwah dan medan jihad ini .
Jika ingin di samakan dengan mereka yang berjihad
dimedan peperangan di ranah palestina sana, tidak akan sama sampai kapan pun ,
hamba begitu kecil , perjuangan hamba tidak seujung kuku jika di bandingkan
dengan mereka …
Mereka dengan enteng tak sedikit pun terbebani
berkorban dengan waktu, tenaga , jiwaraga dan darah tak segan direlakan ,
bahkan di relakan dengan senyuman.
Dalam sekejap hamba merasa bingung kehabisan kata-kata
menggambarkan rasa ini , air bening kian mudah mengalir dalam sunyi menatap
takdir baik ini, hanya ALLAH SWT yang tahu makna hidup ini mencoba berbaik
sangka kepada alur ceritaNYA, kepada sinetron terindah demi rating tertinggi.
Informasi menyebar begitu cepat bak senjata biologis yang sengaja dirancang
demi menghancurkan penghalang hingga keakar , ingin hati memutuskan informasi
,tapi jiwa tak mampu menghalangi, ya ALLAH SWT hamba serahkan urusan dunia dan
akherat hamba hanya kepadaMU , engkaulah juri terbaik, pemimpin terbaik yang
selalu menyeleksi takdir terbaik.
Jaga hamba , lindungi hamba , kuatkan hamba diranah
perjuangan ini , izinkan hamba memberikan yang terbaik dan mengganti gundah
dihati dengan senyuman lebar kemenangan suatu hari nanti!
Aamiin.
The end
BY “A” AZZAHRA ASSYIFA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar